Seekor kepiting kecil termenung di bawah pohon, di tepi pantai. Tak dipedulikannya ombak yang datang membasahi. Tiba-tiba seekor burung camar mendekatinya.
Burung camar: hai kepiting kecil, mengapa kamu diam saja termenung?
Tak ada jawaban..
(My..immaculate dream made of breath and skin..I’ve been waiting for u..)
Burung camar tetap bertanya: kepiting, bila kamu ada masalah coba ceritakan padaku. Nah, pasti kamu ingin aku membuatmu tertawa dengan leluconku yaa..? Burung camar mematuk-matuk kecil badan kepiting.
Kepiting memandang burung camar: burung camar yang baik, aku hanya sedang tidak tahu harus berkata apa atau berbuat apa. Semua yang aku katakan tampaknya tidak pernah benar, begitu pula dengan apa yang kukerjakan.
(Somethin in the world u never said..makes me feel I ain’t seen nothing yet..)
Burung camar: mengapa kau berkata begitu kepiting?
Kepiting: kamu lihat bekas-bekas tumpukan pasir di sana? Itu sisa-sisa istana pasir yang aku buat.
Burung camar: mengapa bisa hancur? Terkena ombak kah? Atau terinjak manusia?
(Tiada yang salah, hanya aku manusia bodoh yang biarkan semua ini permainkanku berulang kali..)
Kepiting: bukan, aku hancurkan sendiri. Sebenarnya aku membuatnya dengan penuh semangat dan perjuangan, tapi tidak tahu mengapa..aku hanya tidak mau istana itu dihancurkan oleh ombak dan kaki-kaki manusia. Tidak ada yang bisa menghargainya. Makanya kemudian kuhancurkan sendiri. Bodoh ya aku?
Burung camar: hmm..aku mengerti kepiting kecil. Tapi kamu tidak boleh berpikiran begitu. Istanamu itu akan sekokoh semangat dan perjuanganmu. Sekuat engkau yang tidak goyah dan tetap bertahan terkena ombak, bukan begitu?
(Everytime I try to fly, I fall without my wings, I feel so small..Everytime I see you in my dreams..I see your face, it’s haunting me..)
Kepiting terdiam mendengarnya. Betapa banyak yang berkecamuk dalam pikirannya dan tak dapat ia jelaskan.
Kepiting berkata: aku lelah burung camar yang baik..aku tidak tahu harus mempercayai siapa..tak adakah tempat yang pantas untukku di dunia ini? Harus berapa lama aku mencarinya?
(Have u ever dream of paradise? It’s a long long way from here..if u just believe..it will come true..)
Burung camar: kepiting, tahukah kamu kenapa aku bilang istanamu akan kuat dan kokoh? Karena istana itu ada di dalam harimu kepiting. Hanya mereka yang tahu hatimu lah yang dapat menemukan istana itu dan menghargainya sepenuh hati. Biarkan saja orang berkata semaunya. Percayalah bahwa hidupmu tidak akan sia-sia. Sampai jumpa kepiting kecil.
(Begitu kurasa berbeda setelah cinta ini kau sentuh..dunia yang dulu kurasa sepi kini tlah berubah..)
Burung camar kemudian terbang kembali menuju langit asalnya.
Kepiting hanya memandangi sosok burung camar yang makin mengecil: burung camar, terima kasih sudah kau beri arti dalam sekejap hidupku tadi. Tapi tahukah kau, istana itu aku buat selama menunggumu?
(I stay to watch you fade away..I dream of you tonight, tomorrow you’ll be gone..I wish by God you’d stay..)
note: minta ampun d, gw pikir ini masih Jumat instead of Sabtu!! Kmana aja se-Jumatan kemaren ya?